Maafkan untuk segalanya
Terimakasih telah membuat aku pernah merasakan indahnya mempunyai seorang nenek
Terimakasih telah melahirkan seorang wanita luar biasa yang sekarang telah kusebut sebagai IBU
Terimakasih telah memberikan waktumu untuk masa kecilku, melebihi waktuku bersama orangtua ku
Terimakasih telah selalu berada dipihak ku dalam keadaan apapun, meskipun aku tau aku salah dan aku paham kau sesungguhnya hanya mengandalkan prinsip "dia cucuku" dan meskipun kau tak menyadari itu tapi aku paham dan bersyukur atas sikapmu
Terimakasih selalu menyambut teman-temanku dengan ramah dan baik, perlu kau ketahui mereka pun merindukanmu
Terimakasih untuk selalu berusaha memberi meskipun ku tau, kau pun akan selalu bingung jika tak ada uang yang kau pegang
Terimakasih untuk selalu menemaniku di rumah disaat aku sendiri
Maafkan aku selalu marah-marah
Maafkan aku selalu tidak sabar
Maafkan aku selalu saja tidak tau diri
Maafkan aku selalu terkadang malu dengan apa yang kau lakukan, padahal kini ku sadar " aku bangga padamu "
Maafkan aku belum bisa membahagiakanmu hingga usia ku 18 tahun pada saat itu
Maafkan aku selalu membuatmu bingung disaat aku pergi tidak bilang dan pukang terlalu larut
Maafkan aku selalu kesal saat sikap perhatianmu itu terlalu lebih pada ku, padahal sekarang ku merindukannya
Maafkan aku selalu menyusahkanmu dengan kebohonganku yang tak bisa aku bicarakan pada orangtuaku, dan sekali lagi kau bisa berada dipihakku. Jangan adukan aku pada Tuhan :'(
Maafkan aku selalu mengeluh saat kau meminta tolong, meskipun ku tau itu hal yang sangat sederhana
Maafkan jika aku selalu malu untuk berusaha membicarakan bahwa aku sayang sekali padamu
Maafkan aku selalu masih menangis saat mengingatmu
Maafkan atas segala ketelatanku
Maafkan atas segala ketiadaan waktuku untukmu
Maafkan aku tak bisa menepati janjiku untuk cepat bisa pulang, disaat aku berusaha menjadi anak mandiri berjuang di kota orang
Maafkan aku tak bisa menemani disaat kau berjuang disisi alat pendeteksi jantung
Maafkan aku yang tak bisa membaca takdir Tuhan, pada saat aku ingin pergi jauh dan lama
Maafkan aku yang tidak peka saat kau berkata "Putri mau kemana? Jauh ya? lama ya?"
Maafkan aku tidak memikirkan tentangmu lebih panjang pada saat aku memutuskan untuk kuliah jauh dari rumah
Maafkan aku yang masih saja menyepelekan pada saat mendapat kabar bahwa kau seketika jatuh sakit pada saat seminggu kepergianku
Maafkan aku tidak bisa berbakti kepadamu
Maafkan aku yang tidak menyadari "betapa pedulinya kau padaku"
Maafkan aku lagi untuk kesekian kalinya tidak adanya kehadiranku, meskipun itu pada saat terakhirmu
Maafkan aku yang hanya bisa menangis dan berdoa di balik jarak jauh kita, karena " seberapa jauhpun jarak, doa akan tetap sampai bukan?"
Maafkan aku yang tidak ada waktu untuk hanya ikut mengakat gayung dan memandikan mu untuk terakhir kalinya
Maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku.
Aku rindu
Banyaknya kata maaf, membuatku memahami bahwa aku belum menjadi baik.
Aku semakin memahami, betapa ]menyiksanya ketika penyesalan itu datang
Aku merasa ditampar waktu dan takdir, aku baru menyadari betapa berharganya dirimu buatku, aku malu
Kehilanganmu membuatku memahami betapa berharganya waktu
Betapa berharganya orang-orang disekitarku
Betapa berharganya hal-hal kecil yang orang lakukan padaku
Sekali lagi aku malu, aku malu untuk menyadari bahwa aku menjadi bagian dari manusia yang "Harus merasakan kehilangan terlebih dahulu, baru kau sadar"
Sekarang aku kembali ke rumah, bukan karena aku menyerah disana, bukan.
Tapi aku sadar, disini aku bisa melakukan semuanya, menuntut ilmu, kembali kerumah, bertemu keluarga, menghilangkan penatnya hidup dengan berkumpul di rumah, mengetahui langsung keadaan orang tersayang di rumah, berusaha selalu ada buat mereka. Hidup terasa indah rasanya..
Terimakasih telah menjadi inspirasi kehidupanku.
