Senin, 14 Mei 2018

Kamu bebas...


Kau tahu ku takut menggenggam karena takut kehilangan?

Apa kau tahu betapa sulitnya juga ku tak menggenggam?

Apa kau tahu betapa sakitnya jika ku tak menggenggam?

Apa kau tahu betapa khawatirnya jika ku tau kau tak tergenggam?

Kata orang, janganlah kau genggam

Hanya takut yang akan kau terima

Aku lepaskan kau

Aku bebaskan kau

Dengan harap, kau akan menetap tanpa harus ku genggam

14/05/18
20:19

Rabu, 02 Mei 2018

Tak Akan Pasti...


Bagai ombak yang meninggalkan bekas di atas pasir
Datang, lalu pergi, datang lagi, hilang tanpa mengajak pergi
Bagai pasir yang menanti ombak
Kering, sunyi, panas, setia dalam tak pasti

Bagai aku yang menanti pasti
Hampa, diam, rindu, bimbang menanti hati yang tak tahu pasti
Bagai kamu yang tak kunjung pasti
Hilang, lenyap, tak terganti
Terimakasih ku berhenti menanti


Sabtu, 14 April 2018

RINDUKU KURANG AJAR

Aku tau Tuhan kita cemburu
Tapi masih saja aku tak tau diri
Akhirnya ku dibuat sakit hati
Tapi itulah konsekuensi

Tenang aku mulai belajar
Belajar untuk tidak menggantungkan Rinduku padamu
Tapi hanya padaNya
Belajar untuk tidak menggantungkan Harapanku padamu
Tapi hanya padaNya

Tuhanpun tau maksutku
Karena puncak dari cinta
Ketika aku ikhlas menyebut namamu dihadapanNya
Tanpa aku memaksa kamu harus tau
Meskipun, Tuhanpun juga tau
Mungkin kamu tlah menyebut nama dia dihadapanNya
Tanpa kamu memaksa dia harus tau, apalagi aku

Biarlah sekali lagi aku ikhlas
Toh setiap hamba bebas ingin memperindah isi doanya
Sekali lagi aku ikhlas
Biarkan Tuhan kita yang menjawab
Siapa yang lebih pantas



Yang aku tau, aku selalu berdoa juga untuk dapat masuk dalam kriteria ukuran kepantasan yang Tuhan tuliskan untukmu….

15/04/2018

Minggu, 25 Maret 2018

Terimakasih tlah kembali...

Aku takut,
Namun kau begitu paham sepertinya
Terimakasih ku ucapkan lagi
Katamu, aku terlalu bersembunyi dalam ketakutan
Sekali lagi lisanku terlalu naif untuk mengiyakan
Ya, iyaa benar aku memang naif

Aku berusaha untuk selalu tertawa disetiap perbincangan serius kita
Kamu tau kenapa? Aku takut, ya aku takut dengan perbincangan tentang itu
Tapi kamu malah menyalahkanku dan berkata, ya karena cinta tak sebercanda itu

Aku terlalu naif lagi untuk bertanya
Kenapa kamu baru kembali sekarang?
Karena cukup berat dan sangat berat ketika harus merasakan takut sendirian

Katamu, Rasa sakit itu terletak pada seberapa besar parameter sayangmu
Lalu sekarang, kenapa aku sakit ketika kita tak terus melanjutkan perbincangan
Hingga melupakan dan menghilangkan rasa takut secara perlahan

Apa ini yang kamu maksut besarnya parameter sayangku?

25/03/2018 12:57

Terimakasih Tlah Mengerti

Tak perlu ku bertanya semua terjawab

Tak perlu ku mengeluh kau sudah menenangkan

Lisanku terlalu naif untuk mengiyakan

Ketika fikiranku mengungkapkan

Ya, aku senang berbincang denganmu

11/03/2018